Home » Edukasi » Penjelasan Pendidikan Inklusif, Tujuan dan Prinsip

Recent Posts

Penjelasan Pendidikan Inklusif, Tujuan dan Prinsip

Pendidikan Inklusif

kpmpdkijakarta.com – Konsep pendidikan inklusif adalah pendidikan yang terbuka untuk semua siswa. Setiap orang berhak untuk mendapatkan akses pendidikan yang sama. Nah, dalam mewujudkan hal ini, Indonesia menerapkan rancangan pendidikan inklusif.

Dalam penerapannya, rancangan pendidikan ini butuh partisipasi semua peserta didik, sekolah, guru, dan termasuk orang tua. Oleh gara-gara itu, tidak cuman mendukung dengan menyiapkan dana pendidikan anak, orang tua termasuk kudu ikut serta dalam menambahkan pendidikan di tempat tinggal sesuai yang diajarkan di sekolah.

Lantas, apa itu rancangan pendidikan inklusif? Mari review penjelasan selengkapnya dalam artikel berikut ini!

Pengertian Pendidikan Inklusif

Pendidikan inklusif adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan yang terbuka bagi siapa saja, dengan latar belakang berbeda, serta keadaan yang berbeda. Jadi pendidikan inklusif ini termasuk bisa diperuntukan bagi anak-anak yang mempunyai keperluan spesifik atau keterbatasan.

Pendidikan spesifik ini bakal memasang siswa dengan keperluan spesifik dengan dengan siswa didik umumnya di dalam satu kelas. Sehingga diinginkan dengan adanya pendidikan inklusif ini bisa mengembangkan potensi pada anak-anak berkebutuhan spesifik di dalam lingkungan umum.

Karena keadaan setiap siswa berbeda, terlebih berasal dari aspek fisik, maka bakal ada penyesuaian metode pengajaran supaya bisa dipahami oleh peserta didik reguler dengan peserta didik berkebutuhan khusus.

Pendidikan inklusif ini dinilai bisa mengembangan secara maksimal bakat anak, gara-gara layaknya diketahui setiap anak mempunyai potensi bakat yang berbeda-beda.

Sementara itu, kurikulum yang diterapkan di sekolah inklusif adalah kurikulum sekolah reguler yang disesuaikan. Maksudnya adalah kurikulum sedikit dimodifikasi supaya bisa sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, dan keadaan siswa. Tes akhir pendidikan inklusif ini bakal disamakan dengan sekolah reguler menjadi bakal diukur dengan gunakan ujian akhir yang sudah disesuaikan.

Tujuan Pendidikan Inklusif

Pendidikan inklusif ini sesungguhnya sudah tercantum dalam undang-undang berkenaan dengan sistem pendidikan nasional. Jadi tujuan pendidikan inklusif pada lain:

  1. Memenuhi hak asasi manusia untuk mendapatkan pendidikan yang setara.
  2. Meningkatkan keyakinan diri anak-anak, baik itu berkebutuhan spesifik maupun tidak.
  3. Menumbuhkan rasa toleransi pada perbedaan pada anak-anak.
  4. Semua peserta didik bisa membaur menjadi satu supaya tercipta hubungan aktif.
  5. Bagi pendidik, para pendidik bakal mendapatkan ilmu mengenai pembelajaran kepada siswa dengan latar belakang Indonesia.
  6. Mampu menambahkan pendidikan pada semua siswa dengan latar belakang yang berbeda.
  7. Dapat mengembangkan inspirasi baru supaya bisa diaplikasikan ke lingkungan masyarakat.

Prinsip Dasar Pendidikan Inklusif

Prinsip dasar dalam pendidikan inklusif ini utamakan pada keterbukaan dan penghargaan pada anak berkebutuhan khusus. Melalui komitmen dasar ini yang mana berkenaan segera dengan jaminan akses dan peluang bagi semua anak dalam mendapatkan pendidikan tanpa menyaksikan latar belakang kehidupan mereka. Menurut Usman Abu Bakar (2012), terkandung dua komitmen dalam pendidikan, yakni:

  • Prinsip Persamaan Hak Dalam Pendidikan

Dalam komitmen ini, pendidikan inklusif mengakomodasikan semua anak supaya mendapatkan pendidikan secara layak, bermutu, dengan menghargai keragaman serta mengakui perbedaan individual.

  • Prinsip Peningkatan Kualitas Sekolah

Dalam komitmen ini, pendidikan inklusif bakal selamanya mengupayakan untuk meningkatkan mutu dan kualitasnya secara baik, terasa berasal dari penyediaan sarana dan prasarana, kebolehan guru dan tenaga kependidikan, membuat perubahan pandangan sekolah mengenai keperluan anak, melakukan kerjasama dengan institusi lain sebagai teman untuk meningkatkan mutu sekolah, hingga mewujudkan sekolah yang ramah anak.

Sementara itu, dalam buku berjudul Modul Pelatihan Pendidikan Inklusif yang ditulis oleh Kementerian Pendidikan Nasional sebagai kerjasama dengan pemerintah Australia lewat Australia-Indonesia Partnership, mengatakan bahwa terkandung lima komitmen dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif, yakni sebagai berikut:

  • Prinsip Pemerataan dan Peningkatan Mutu

Dalam komitmen ini menjadi tidak benar satu upaya pemerataan peluang peranan mendapatkan pendidikan gara-gara lewat sekolah penyelenggara pendidikan inklusif, sejumlah anak berkebutuhan spesifik tidak terjangkau oleh Sekolah Luar Biasa.

  • Prinsip Kebutuhan Individual

Berhubung setiap anak mempunyai kebolehan dan keperluan yang berbeda-beda, maka pendidikan kudu diusahakan untuk mengatur dengan keadaan anak.

  • Prinsip Kebermaknaan

Pendidikan inklusif kudu menciptakan dan menjaga komunitas kelas yang ramah, terima keanekaragaman, dan menghargai perbedaan. Prinsip ini menghendaki supaya keberadaan pendidikan inklusif ini tidak ada pihak yang dirugikan.

  • Prinsip Keberlanjutan

Pendidikan inklusif kudu diadakan secara berkesinambungan pada semua jenjang pendidikan, terasa berasal dari sekolah dasar hingga sekolah menengah akhir.

  • Prinsip Keterlibatan

Dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif, kudu melibatkan semua komponen yang terkait. Terutama dengan berkolaborasi pada sesama guru dan non-guru peranan mendapatkan mutu pembelajaran yang sesuai dengan keperluan masing-masing.